HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Indonesia Stop Pakai US$, Purbaya Pindah ke Yuan China'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Pada , beredar foto [arsip] di Halaman Facebook “Warung Samudra” berisi narasi: “Indonesia Stop Pakai dolar AS, Purbaya Pindah ke yuan China dan Terbitkan Panda Bond Untuk Perkuat Rupiah” Per , unggahan ditonton lebih dari 208.000 kali, dibagikan ulang 94 kali, menuai 160 komentar, dan disukai lebih dari 2.600 akun. Tim Pemeriksa Fakta
Hasilnya, tidak ditemukan laporan resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Diketahui, meski local currency transaction atau sistem transaksi perdagangan internasional yang menggunakan mata uang lokal masing-masing negara meningkat dua kali lipat pada akhir 2025, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa nilainya masih rendah dibanding total perdagangan internasional Indonesia dengan menggunakan dolar AS (US$). Dalam laporan yang sama, BI juga menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih dihitung dalam USD. Sejauh penelusuran, tidak ditemukan laporan resmi yang menyatakan Indonesia meninggalkan dolar AS atau mengganti dolar dengan yuan China secara penuh.
Baca Juga :
[PENIPUAN] Undian Berhadiah Superbank 2026Isu terkait rupiah ramai diperbincangkan publik karena nilainya yang makin melemah. Dilansir dari laporan
Salah Sumber: [tangkapan layar] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks.
Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar