HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Sari Roti'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun TikTok “LOKER SELURUH INDONESIA” pada mengunggah foto [arsip] disertai narasi: Syarat: Pria Wanita, usia 19 - 35 tahun Pendidikan minimal SMP Jujur dan mau bekerja sama dengan tim Pengalaman / non pengalaman Siap ditempatkan di cabang terdekat Posisi: STAFF ADMIN, PRODUKSI, PACKING, SATPAM/SECURITY, DRIVER Fasilitas: Gaji 4,200.000 - 5,200.000/bulan Disediakan mess Kerja 8 jam (3 shift) Seragam & pendaftaran Gratis SILAHKAN DAFTAR MELALUI LINK DI BIO  Hingga unggahan tersebut telah ditonton 2.480-an kali, mendapatkan belasan komentar, serta dibagikan ulang belasan kali. Tim Pemeriksa Fakta

Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

Dalam unggahannya pada September 2025, perusahaan menegaskan informasi seputar rekrutmen bisa diakses di: LinkedIn PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Dilansir dari laman sariroti.com/id/karir, perusahaan saat ini membuka lowongan pekerjaan untuk sejumlah posisi di berbagai kantor cabang di Indonesia. Adapun informasi rekrutmen tidak menuliskan nominal gaji, berbeda dengan unggahan akun TikTok ”LOKER SELURUH INDONESIA”.

Salah Sumber: [konten multimedia] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks.

Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli