HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Mahasiswa Unhas Diancam Drop Out Usai Demo Tolak MBG'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Kades Negri Konoha” pada membagikan foto [arsip] dengan narasi: “28 Mahasiswa Unhas Diancam Drop Out Gara-Gara Tolak MBG & SPPPG” “28 mahasiswa Fakultas Teknik Unhas dikabarkan diancam Drop Out (D.O) hanya karena berani demo menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan SPPG di kampus. Mereka protes di depan rektorat, tapi balasannya bukan dialog melainkan ancaman skorsing dan drop out.
Baca Juga :
[SALAH] Presiden Resmi Bubarkan Bea CukaiUnhas bukan perusahaan, bukan dapur, dan bukan kantin negara. Unhas adalah ruang ilmu pengetahuan. Tapi kok sekarang mahasiswa kritis malah diintimidasi?
Ini bukan soal MBG lagi.” Per konten tersebut telah mendapat 51 tanda suka, menuai 56 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Tim Pemeriksa Fakta
Dalam berita yang tayang itu, dilaporkan bahwa Universitas Hasanuddin membantah isu sanksi drop out (DO) dan ancaman skorsing terhadap mahasiswa yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada aksi unjuk rasa yang digelar . Salah Sumber: [tangkapan layar] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar