HARIAN NEGERI - Maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang kembali terjadi di sejumlah titik di Kota Bandung menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menilai upaya pemberantasan begal tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang kembali terjadi di sejumlah titik di Kota Bandung menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menilai upaya pemberantasan begal tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.Edwin mengapresiasi langkah Pemkot Bandung bersama kepolisian dan Brimob Polda Jawa Barat yang telah membentuk tim khusus antibegal.
Meski demikian, ia menilai upaya tersebut masih perlu diperkuat mengingat kasus kejahatan jalanan masih terjadi dan meresahkan masyarakat.“Kami memberikan support dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan yang sudah membentuk tim khusus anti begal. Namun, kenyataannya kasus begal masih terjadi sehingga upaya pemberantasannya harus terus diperkuat,” ujar Edwin,.Edwin mengatakan keamanan merupakan bagian dari urusan wajib pelayanan dasar yang harus dijamin pemerintah daerah. Hal itu juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM).Ia menambahkan DPRD Kota Bandung baru saja mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat.
Perda tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk memberikan jaminan keamanan dan ketenteraman bagi warga.“Saya terus mendorong Pemkot Bandung dan aparat keamanan agar benar-benar dapat mengatasi persoalan begal maupun tindak kriminal lainnya yang meresahkan masyarakat,” katanya.Namun demikian, Edwin menegaskan bahwa keterbatasan jumlah personel membuat aparat keamanan tidak mungkin mengawasi seluruh wilayah Kota Bandung selama 24 jam penuh.
Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan.Ia mengimbau warga kembali mengaktifkan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tingkat RT dan RW. Menurutnya, pengawasan berbasis masyarakat dapat membantu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.“Saya mengimbau kegiatan siskamling ditingkatkan sehingga masyarakat bisa benar-benar menjaga lingkungannya dengan baik.
Dengan begitu potensi tindak kejahatan dapat semakin berkurang,” ujarnya.Edwin juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari. Warga diminta menghindari lokasi yang sepi dan rawan kejahatan serta tidak menggunakan barang-barang mencolok yang dapat memancing aksi kriminal.Menurutnya, tindak kejahatan umumnya terjadi karena adanya dua faktor yang bertemu, yakni niat dan kesempatan.“Orang yang punya niat jahat tetapi tidak memiliki kesempatan, kejahatan tidak akan terjadi.
Sebaliknya, jika ada kesempatan dan niat jahat, maka tindak pidana bisa terjadi.
Karena itu masyarakat juga harus ikut mengurangi peluang terjadinya kejahatan,” jelasnya.Edwin menilai faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai tindak kriminal jalanan.
Namun, di sisi lain para pelaku juga memanfaatkan celah pengawasan yang tidak mampu dijangkau aparat secara menyeluruh.“Mereka memanfaatkan kesempatan yang ada. Tim antibegal tentu tidak mungkin mengawasi seluruh sudut Kota Bandung selama 24 jam tanpa henti,” ungkapnya.Untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, Edwin mendorong Pemkot Bandung memperbanyak pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan rawan kriminalitas.
Selain itu, ia meminta penerangan jalan umum terus ditingkatkan karena lokasi yang gelap kerap menjadi sasaran pelaku kejahatan.“Penerangan jalan juga harus diperhatikan karena tempat yang gelap bisa memancing orang melakukan kejahatan,” tegasnya.Ia berharap sinergi antara patroli aparat keamanan, penguatan siskamling, peningkatan penerangan jalan, dan pemanfaatan CCTV dapat menekan angka kriminalitas di Kota Bandung.“Patroli keamanan ditingkatkan, melibatkan kepolisian, TNI, aparat kewilayahan, ditambah siskamling dan pemanfaatan CCTV.


Komentar