HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Presiden Resmi Bubarkan Bea Cukai'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar video [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada berisi narasi: “PRESIDEN RESMI BUBARKAN BEA CUKAI HARI INI‼️ SELURUH MAFIA EKSPOR DI BEA CUKAI DIPECAT PAK PURBAYA!” Hingga unggahan ini telah mendapatkan 454 tanda suka, menuai 184 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 11 ribu kali. Tim Pemeriksa Fakta
Sepanjang video, isinya tidak menjelaskan jika benar Presiden Prabowo membubarkan Bea Cukai. Jika dicari dengan kata kunci “Bea Cukai dibubarkan Prabowo” ke pencarian Google, hasil pencarian mengarahkan ke video pidato Purbaya di Istana Negara yang diunggah akun Facebook resmi Metro TV pada lalu. Pada pidato tersebut Purbaya mengungkap bahwa selama ini memang pernah ada wacana pembubaran Bea Cukai oleh Presiden Prabowo. Namun, akhirnya wacana tersebut dibatalkan karena Prabowo melihat Bea Cukai telah banyak perbaikan.
Terbaru, menurut laporan dari kumparan.com “Purbaya Pastikan Bea Cukai Tak Bubar Meski DSI Jadi Eksportir Tunggal” terbit , Purbaya kembali menegaskan bahwa Bea Cukai tidak akan dibubarkan, pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, . Salah Sumber: [sumber] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar