HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Hoaks, Purbaya Minta Data Pribadi untuk Dapat Bantuan Kemenkeu'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Dalam video berdurasi 18 detik itu, ditampilkan sosok Purbaya mengenakan batik bermotif cokelat-biru yang seolah-olah sedang mengumumkan program bantuan. Video juga memperlihatkan latar berupa aktivitas pengangkutan sejumlah uang ke dalam mobil. Dalam video tersebut terdengar narasi: #gpt-inline3-passback{text-align:center;} “Ayo masukkan data Anda untuk mendapatkan bantuan keuangan dari Kementerian Keuangan yang telah disahkan negara.

Kita buat program ini berhasil agar tikus-tikus negara tak dapat bagian untuk dikorupsi. Kalian lebih berhak mendapatkan bantuan ini. Pajak dari rakyat akan kembali ke rakyat itu sendiri.

Sukseskan program ini agar tak ada kesempatan bagi oknum tak bertanggung jawab mengambil alih pajak dari rakyat,” #gpt-inline4-passback{text-align:center;} Pengunggah juga mencantumkan tanggal Senin, 15 Juni 2026, serta nomor telepon 081990421650 pada deskripsi akun. Hingga artikel ini ditulis pada , unggahan tersebut telah memperoleh 93 tanda suka, 63 komentar, 37 kali disimpan, dan 1.116 kali ditonton. Kolom komentar menunjukkan banyak warganet yang mempercayai informasi tersebut dan berharap dapat memperoleh bantuan yang dijanjikan.

Lalu, benarkah Purbaya meminta masyarakat mengirimkan data pribadi melalui akun media sosial tidak resmi untuk mendapatkan bantuan? Periksa Fakta Hoaks Bantuan Keuangan dari Menkeu Purbaya. FOTO/Hotline Periksa Fakta

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli