HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PARODI] Jubir ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan gambar [arsip] dari akun Facebook “Vio Vey” pada yang menampilkan Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia yang meminta masyarakat pakai solar saat harga Pertamax naik. berikut narasi lengkapnya: Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter.
Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM Kan? Uang pajakmu yang semakin mencekik itu, selain dikorupsi juga buat menggaji orang-orang kualitas rendahan seperti ini.
Hingga unggahan tersebut telah disukai 21 kali, menuai 48 komentar dan dibagikan sebanyak 3 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Disadur dari artikel periksa fakta
Dia menjelaskan postingan tersebut tidak benar. "Ini hoaks, saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti ini. Ada pihak yang dengan sengaja menyalahgunakan foto saya dan ditempel dengan caption hoaks, nama medianya juga ditulis dengan salah, Kompos.corn," ujar Anggia saat dihubungi .
"Semoga masyarakat bisa lebih cerdas dan lebih bijak menyerap informasi yang beredar di media sosial. Dan tentunya penyebar fitnah dan hoaks ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum, karena sudah menyebarkan berita bohong serta memprovokasi kemarahan publik," katanya menegaskan. Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan gambar yang menampilkan Jubir Kementerian ESDM tersebut ke mesin pencarian gambar Google Image Search.
Hasilnya ditemukan gambar serupa dari artikel
Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar