HARIAN NEGERI, Jakarta - Dukungan terhadap kinerja Menteri Pertanian Indonesia kembali menguat di tengah munculnya kritik dari akademisi Feri Amsari terkait sejumlah kebijakan di sektor pangan nasional.
PB PII menilai bahwa kritik yang disampaikan perlu ditempatkan dalam kerangka evaluasi yang konstruktif, bukan sekadar narasi yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Pertanian dinilai telah menunjukkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mulai dari peningkatan produksi, penguatan distribusi, hingga intervensi terhadap fluktuasi harga komoditas strategis.
“Upaya yang dilakukan saat ini harus diapresiasi sebagai bagian dari kerja besar negara dalam menghadapi tantangan global, seperti krisis pangan dan perubahan iklim,” ujar Bendahara Umum PB PII Alden Anarki Hasibuan.
Menurut Bendum Alden, kritik tentu merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik tersebut perlu disertai dengan data yang komprehensif serta solusi yang konstruktif agar tidak menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, dukungan terhadap Menteri Pertanian juga datang dari berbagai elemen, termasuk organisasi kepemudaan dan pelajar yang menilai bahwa kebijakan yang diambil saat ini sudah berada pada jalur yang tepat, meskipun tetap membutuhkan penyempurnaan.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi, bukan polarisasi. Pemerintah dan seluruh elemen bangsa harus berjalan bersama untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga,” lanjutnya.
Dengan dinamika yang ada, publik diharapkan dapat melihat persoalan ini secara objektif, serta mendukung langkah-langkah strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.


Komentar