HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 di Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional serta disiarkan secara langsung dan virtual sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan peran organisasi.

Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyulloh Cokro, menegaskan pentingnya menjaga jati diri organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Ia menyebut PMII harus tetap menjadi kekuatan kritis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“PMII harus terus menjaga daya kritisnya dan hadir sebagai kekuatan yang mampu memberikan masukan konstruktif terhadap arah kebijakan negara,” ujarnya. Menurutnya, fungsi kontrol sosial merupakan tanggung jawab utama kader di tengah perubahan zaman.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas negara.

“Ketahanan pangan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kedaulatan bangsa dan keberlanjutan pembangunan nasional,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan harapan agar PMII dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah menjadi kunci percepatan pembangunan yang inklusif.

“PMII diharapkan mampu bertransformasi menjadi mitra strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” ucap Muhaimin, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII.

Peringatan Harlah ke-66 ini turut menjadi ruang konsolidasi gagasan bagi seluruh kader. Melalui forum tersebut, PMII memperkuat komitmen dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan yang semakin kompleks.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar hasil konsolidasi tersebut dapat diimplementasikan melalui program kerja nyata, baik di tingkat pusat maupun daerah. Penguatan peran PMII dalam mengawal kebijakan negara serta pemberdayaan masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi.