HARIAN NEGERI - Makassar, Senin (27/4/2026), Kapal tanker MT Honour 25 yang dioperasikan oleh Wharf Chartering dilaporkan mengalami dugaan pembajakan di perairan Somalia pada Selasa malam, 21 April 2026. Hingga saat ini, seluruh awak kapal, termasuk warga negara Indonesia, belum dapat dihubungi.
Salah satu awak kapal yang diketahui berada di dalam kapal tersebut adalah Ashari Samadikun, alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar angkatan 30. Informasi awal kejadian diperoleh dari pesan suara yang dikirimkan korban kepada istrinya sekitar pukul 19.20 WIT.
Dalam pesan tersebut, korban terdengar panik dan menyampaikan bahwa kapalnya sedang diserang. “Sayang, diserang kapalku sama bajak laut,” ucapnya dengan suara bergetar. Setelah itu, komunikasi terputus dan tidak ada respons lanjutan meskipun nomor telepon sempat masih aktif.
Pihak keluarga kemudian menerima informasi dari rekan kerja korban yang berada di kapal berbeda namun masih dalam perusahaan yang sama, agar untuk sementara tidak menghubungi korban demi menjaga keselamatan seluruh kru. Namun, beberapa jam setelah kejadian, seluruh nomor komunikasi, baik milik korban maupun kapal, sudah tidak aktif.
Berdasarkan informasi pelacakan terakhir, kapal MT Honour 25 berada di wilayah perairan rawan, tepatnya di sekitar jalur pelayaran internasional dekat Somalia yang memang dikenal sebagai kawasan dengan tingkat ancaman pembajakan tinggi.

Hingga Jumat, 25 April 2026, tidak ada kabar lanjutan mengenai kondisi kapal maupun para awaknya. Keluarga korban bersama masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan otoritas terkait untuk segera melakukan pencarian serta upaya penyelamatan.
Pihak keluarga juga mengimbau kepada siapa pun yang memiliki informasi, koneksi, atau akses terkait kejadian ini untuk segera berbagi demi membantu perkembangan situasi. Informasi sekecil apa pun dinilai sangat berarti.
Kasus ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan di jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan perairan Somalia, yang masih menjadi ancaman nyata bagi para pelaut, termasuk warga negara Indonesia.


Komentar