HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Seorang prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), meninggal dunia setelah mengalami luka kritis akibat serangan pada akhir Maret lalu. Rico terluka akibat ledakan proyektil yang menghantam markasnya di Adchit Al-Qusayr pada malam 29 Maret dan meninggal pada 23 April 2026.
Dengan gugurnya Rico, jumlah pasukan penjaga perdamaian yang tewas sejak konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah pada 2 Maret bertambah menjadi enam orang. Gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April, namun insiden serangan terhadap pasukan UNIFIL terus berlanjut.
Investigasi awal PBB menyimpulkan bahwa korban tewas akibat tembakan tank Israel, sementara dua prajurit Indonesia lainnya juga tewas akibat ledakan alat peledak rakitan. Otoritas Prancis dan PBB menyalahkan Hizbullah atas serangan tersebut, meskipun Hizbullah membantah keterlibatan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, menyatakan bahwa TNI memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi dan pengabdian prajurit dalam menjalankan tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian. Proses pemulangan jenazah Rico sedang dilaksanakan dan pemakaman akan dilakukan sesuai keputusan keluarga.
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL dan pihak terkait untuk penanganan medis yang optimal. Meskipun langkah medis terbaik telah dilakukan, Rico tidak dapat diselamatkan.
Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan terhadap pasukan UNIFIL dan mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh atas serangan yang berulang. Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pasukan perdamaian di wilayah konflik.
Situasi di wilayah operasi UNIFIL semakin berisiko, dan perlindungan terhadap pasukan perdamaian menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam konflik. Pemerintah diminta untuk memastikan jaminan keamanan sebelum memberangkatkan pasukan baru ke Lebanon.


Komentar