HARIAN NEGERI, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah mengambil langkah cepat untuk mengatasi kendala operasional pada layanan KAI Commuter di lintas Cikarang-Bekasi. Layanan ini bertujuan untuk membantu pelanggan yang terjebak di Stasiun Bekasi Timur agar dapat melanjutkan perjalanan ke Stasiun Bekasi.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa layanan bus shuttle ini dioperasikan dengan tarif normal. Ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi mobilitas masyarakat yang terdampak oleh situasi tersebut.

Transjakarta mengerahkan empat unit bus khusus untuk berfungsi sebagai shuttle. Armada ini disiapkan untuk membantu mobilisasi pelanggan selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung.

Ayu juga menyampaikan keprihatinan manajemen Transjakarta atas musibah yang terjadi. Dia berharap proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar dan aman, serta semua pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan.

Pelanggan dapat memantau informasi terbaru dan perkembangan layanan secara real-time melalui media sosial resmi Transjakarta atau aplikasi TJ: Transjakarta. Ini penting agar warga Jakarta tetap mendapatkan informasi terkini mengenai layanan transportasi.

Kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh (KAJJ) dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April, sekitar pukul 20.57 WIB. Proses evakuasi dan penanganan di lokasi masih berlangsung hingga pagi hari.

Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini, fokus utama mereka adalah penanganan di lokasi dan memastikan keselamatan serta layanan bagi pelanggan tetap terjaga.