HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) secara resmi menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia di Operational Room Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PB PII Amsal Alfian bersama Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa dan PDT RI Ahmad Riza Patria, serta Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas generasi muda di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam keterangannya, Ketua Umum PB PII Amsal Alfian menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen nyata organisasi pelajar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional yang dimulai dari desa.

“PB PII memandang desa sebagai pusat kekuatan bangsa dan fondasi masa depan Indonesia. Karena itu, generasi muda harus hadir mengambil peran, baik dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, maupun penguatan karakter kebangsaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi dengan Kemendes PDT menjadi momentum penting agar kader dan pelajar Indonesia dapat terlibat langsung dalam program-program pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini sekaligus menjadi ruang pengabdian bagi kader PII untuk turut mewujudkan cita-cita Indonesia maju melalui pembangunan dari bawah, dari desa, dan dari masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan PDT RI Yandri Susanto menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan keterlibatan semua elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan dan pelajar.

Menurutnya, generasi muda memiliki energi, gagasan, dan semangat perubahan yang sangat dibutuhkan untuk menjadikan desa lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Melalui kerja sama ini, PB PII dan Kemendes PDT diharapkan dapat menghadirkan berbagai program nyata, mulai dari pendidikan kepemudaan, penguatan ekonomi desa, literasi digital, hingga pembinaan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.