HARIAN NEGERI, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan KRL yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April. Salah satu korban yang meninggal dunia adalah Nurlela, seorang guru di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menginstruksikan jajaran Pemprov untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Pendampingan ini mencakup pengurusan pemakaman dan pemulihan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa Pemprov DKI akan mendampingi keluarga korban sepenuh hati. Gubernur Pramono Anung juga menekankan pentingnya peran Nurlela sebagai pendidik yang berdedikasi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar penanganan peristiwa ini berlangsung cepat, tepat, dan transparan. Chico juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan pasca-kecelakaan.
Chico meminta doa dan dukungan masyarakat agar keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Nurlela.
"Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, sosok guru yang berdedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkap Nahdiana.


Komentar