HARIAN NEGERI, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi , menyampaikan komitmennya untuk memperkuat strategi komunikasi pemerintah usai dilantik oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Hasan Nasbi, yang kembali bergabung dalam Kabinet Merah Putih, menegaskan akan menjalin kerja sama erat dengan berbagai lembaga terkait, termasuk Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Ia juga menyebut akan berkolaborasi dengan pimpinan Bakom, Muhammad Qodari , serta jajaran Kemenkomdigi.
“Sebagai pembantu Presiden, saya tentu akan bekerja sama secara erat dengan Bakom dan Kemenkomdigi agar komunikasi pemerintah semakin efektif,” ujar Hasan usai pelantikan.
Menurutnya, sinergi antarinstansi tersebut penting untuk memastikan pesan-pesan pemerintah, khususnya terkait kebijakan dan program strategis, dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Selain itu, Hasan juga menyoroti perannya dalam membantu meluruskan informasi yang keliru atau tidak benar terkait pemerintah. Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat kualitas komunikasi pemerintah.
“Kami akan membantu dalam hal strategi komunikasi, termasuk memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menyesatkan,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kembali menjadi juru bicara Presiden, Hasan menyatakan kesiapannya jika mendapat arahan langsung dari Presiden.
“Jika diperintahkan Presiden untuk kembali menjadi juru bicara, tentu saya siap,” katanya.
Pelantikan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026 yang ditandatangani pada 27 April 2026.


Komentar