HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Menag: Zakat dan Infak Dipakai untuk MBG'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar gambar [arsip] dari akun Facebook “Siantar Nexspart” pada berisi narasi: “KEMEAG menegaskan Akan mengoptimalkan Dana Jakat dan InfaQ untuk mendorong pertumbuhan MBG. Dengan 1.5000 Dapur MBG milik kementrian agama kami dengan suka rela mendukung rana preaiden 2 Priode .” Hingga unggahan ini telah mendapatkan 359 tanda suka, menuai 645 komentar, dan dibagikan lebih dari 31 kali.
Tim Pemeriksa Fakta
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, menegaskan bahwa pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Lebih lanjut Rizaludin juga menjelaskan sumber pendanaan program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.
Salah Sumber: [tangkapan layar] [sumber] Redaksi Harian Negeri/archive/1779108846.308936/index.html Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks.
Baca Juga :
[SALAH] Indonesia Resmi Ambil Alih Selat MalakaSelalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar