HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Hoaks Berita Nadiem Sebut Luhut dan Jokowi di Kasus Chromebook'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Tim Redaksi Harian Negeri - Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, tidak jarang beredar informasi di sosial media yang mencatut nama Nadiem Makarim dan kasus Chromebook. Beredar sebuah unggahan berupa tangkapan layar berita yang menyebutkan bahwa Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka akibat ulah Presiden Joko Widodo dan Luhut Binsar Pandjaitan, yang diduga menerima uang sebesar Rp4,5 triliun darinya. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook @Rina Cahaya Listrik (arsip) pada Sabtu (06/9/2025).Dalam unggahan tersebut terdapat tangkapan layar berita dengan judul: “Nadim Makarim Saya Tersangka ini ulah Jokowi dan Luhut, Mereka Berdua Banyak Menerima Uang ada sekitar 4,5 Triliun Dari Saya”. #gpt-inline3-passback{text-align:center;} Selain judul, tercantum pula tanggal publikasi berita, yakni 4 September 2025 pukul 18.04 WIB, serta nama #gpt-inline4-passback{text-align:center;} Periksa Fakta Nadiem Sebut Jokowi Luhut dapat 4 Triliun Pengunggah menuliskan keterangan unggahannya dengan: “Indonesia bersejarah tentang korupsi. #sorotan #publik serupa dengan Tom Lembong. Bangkai di tutup akan tercium juga…” Hingga Rabu (11/02/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 117 tanda reaksi, 94 komentar dan 33 kali dibagikan. Melalui kolom komentar, tidak sedikit masyarakat yang mempercayai klaim tersebut dan memberikan komentar tajam pada Jokowi dan Luhut. Beberapa pengomentar justru menyebut klaim tersebut sebagai fitnah dan tidak bermutu.Lantas, benarkah Nadiem Makarim menyatakan Jokowi dan Luhut menerima uang sekitar RP4,5 Triliun darinya?

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli