HARIAN NEGERI - Ternate, Selasa (17/2/2026), Pemerintah Kota Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka ruang partisipasi bagi generasi muda melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Interaktif Ternate Youth Planner (TYP) IV Tahun Anggaran 2027.  Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Bappelitbangda ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM.‎

‎Forum Ternate Youth Planner menjadi wadah resmi bagi komunitas kepemudaan untuk menyampaikan ide, gagasan, serta rekomendasi strategis yang akan diramu dalam dokumen perencanaan dan diusulkan dalam APBD 2027. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan kota tidak dapat berjalan sendiri tanpa pelibatan aktif pemuda sebagai bagian dari ekosistem pembangunan.

‎Sekretaris Daerah menekankan bahwa orientasi pembangunan ke depan tidak lagi hanya berbicara pada tataran output, melainkan harus berfokus pada dampak nyata (impact) yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan lingkungan. 

“Karena itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan ide-ide yang terukur, berkelanjutan, serta memiliki mekanisme tracking yang jelas dari perencanaan hingga implementasi,” ujar Sekretaris Daerah, Selasa (17/2/2026).

‎Dalam kegiatan tersebut, berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan turut ambil bagian, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kehadiran HMI menjadi bukti komitmen mahasiswa dalam berpartisipasi langsung pada proses perencanaan pembangunan daerah, bukan sekadar hadir secara simbolik, tetapi terlibat aktif dalam merumuskan gagasan yang berdampak bagi masyarakat.

WA_1771342145046
Ketua Kohati HMI Cabang Ternate dan Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ternate saat menghadiri Forum Ternate Youth Planner (Musrenbang Komunitas, Selasa (17/2/2026).

‎Secara khusus, HMI diwakili oleh Siti Sakinah Kesturian selaku Ketua KOHATI HMI Cabang Ternate dan Rizky Ramli selaku Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Ternate sebagai delegasi dalam forum Ternate Youth Planner (Musrenbang Komunitas).

“Keterlibatan kami berdua menegaskan bahwa HMI hadir secara struktural dan terorganisir dalam forum resmi perencanaan daerah, membawa gagasan serta perspektif kritis demi kemajuan Kota Ternate,” ungkap Rizky Ramli, Selasa (17/2/2026).

Rizky mengapresiasi ‎konsep kolaborasi yang diusung dalam Ternate Youth Planner mengedepankan pendekatan hexahelix, yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, swasta, media, dan agregator. 

“Dalam konteks ini, penguatan City Branding Ternate sebagai Kota Rempah juga menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan,” tambah Rizky.

Rizky juga menjelaskan bagaimana ‎partisipasi HMI dalam forum ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi publik. Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki tradisi intelektual dan gerakan sosial.

“HMI hadir untuk memberikan kontribusi pemikiran kritis sekaligus solusi konstruktif bagi arah pembangunan Kota Ternate ke depan,” pungkasnya. 

‎Melalui Ternate Youth Planner IV, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan pemuda semakin kuat, sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan benar-benar menjadi bagian dari kebijakan yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Ternate.