HARIAN NEGERI - Jakarta, Senin (17/2/2026), Solidaritas Mahasiswa Kalimantan (SMK) menyoroti kasus kematian massal kerang dara yang menyebabkan kerugian material dan non material bagi nelayan. Insiden ini disebakan akibat aktivitas pengeboran minyak oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Kordinator, Yohanis G. Purnomo, menegaskan bahwa solidarita mahasiswa kalimantan akan mlakuan aksi besar-besaran di kementrian lingkungan hidup dan pertamina.
“Karena menurut kasus ini sudah berjalan 1 tahun dan belum ada titik terang, mengingat dampak besar yang ditimbulkan terhadap mata pencaharian masyarakat,” ujar Yohanis G. Purnomo, Selasa (17/2/2026).
“Kami juga menyangkan mentri lingkungan hidup yang membatalkan gugat koalisi nelayang kerang dara,seolah-olah menteri lingkung hidup tutup mata dengan hasil uji lab universitas mulawarmana ( unmul) yang terbukti laut muarah badak tercemara limba hasil pengeboran PT PHSS,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam waktu dekat solidarita mahasiwa kalimatan DKI akan melakukan aksi menuntut ganti rugi materi dan non material.
“Karena dampak limbah tersebut laut muarah badak masih tercemarkan dan belum bisa untuk di jadi kan tempat budidaya kerang dara kembali,” ungkapnya.
Menurut Yohanis, ada dugaan kong kali kong ada PT PHSS dan kemetriang lingkung hidup, karna tiba-tiba menteri membatalkan gugatan koalis kerang dara muara badak dengan alasan tidak ada tumpah limbah di muara badak..
“Informasnya sampe hari ini belum ada ganti rugi materi dan non materil yang di berikan PT PHSS ke nelayan muara badak,kami mendesak persiden prabowo mengambil tindakan tengs terkait pemasalah ini,” pungkasnya.

Komentar