HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Kawasan Puncak, Bogor, kembali menjadi sorotan akibat tumpukan sampah yang mengancam ekosistem hulu. Sebanyak 70 relawan dari EIGER Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan aksi bersih-bersih massal di Desa Sukagalih, Megamendung, pada pertengahan Maret lalu.
Aksi tersebut berhasil mengangkat sekitar 6 ton sampah atau setara dengan muatan empat truk hanya dalam tahap awal. Namun, estimasi menunjukkan total sampah di titik tersebut mencapai 30 ton. Proses pembersihan akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kawasan tersebut pulih dari limbah.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menekankan bahwa masalah di Puncak bukan hanya soal volume sampah, tetapi juga perilaku pembuangan sampah yang tidak terkendali. Imanuel mengajak masyarakat untuk wajib pilah sampah dari sumbernya.
Kondisi di Megamendung mencerminkan tantangan besar pengelolaan sampah nasional. Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tahun 2023 menunjukkan timbulan sampah Indonesia mencapai 56 juta ton per tahun. Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Arief Sabdo Yuwono, menegaskan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak relevan lagi.
EIGER Adventure Land berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif pengelolaan sampah di kawasan Megamendung secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah hulu yang menjadi tumpuan bagi wilayah-wilayah di bawahnya.


Komentar