HARIAN NEGERI - Kompetisi kota pintar Guangxi di Tiongkok selatan resmi berakhir dengan penghargaan kepada 252 karya inovatif. Ajang ini mempertemukan ratusan tim untuk mengembangkan solusi konkret di bidang pembangunan perkotaan dan teknologi cerdas.
Panitia menyelenggarakan kompetisi ini di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, pada 30 Maret. Sebanyak 37 tim berhasil memenangkan babak final, sementara lima proyek perwakilan langsung menandatangani kerja sama di lokasi acara.
Secara keseluruhan, kompetisi ini menarik 1.382 karya dari berbagai peserta. Dari jumlah tersebut, dewan juri memilih 252 karya terbaik untuk menerima penghargaan.
Panitia membagi 60 tim finalis ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tema. Mereka merancang kompetisi dengan dua jalur utama, yaitu jalur profesional dan jalur universitas.
Pada jalur profesional, peserta berkompetisi dalam empat bidang utama:
- keamanan perkotaan dan layanan publik
- konstruksi cerdas dan bangunan hijau
- tata kelola dan pembangunan kota
- kawasan hunian dan komunitas cerdas
Sementara itu, jalur universitas mencakup tiga bidang yang relevan dengan kebutuhan industri perkotaan.
Kompetisi ini menonjolkan karakter internasional. Hampir 40 persen dari tim finalis berasal dari negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Kamboja, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Laos.
Partisipasi ini menunjukkan meningkatnya kolaborasi regional dalam pengembangan solusi kota pintar.
Panitia merancang kompetisi ini agar selaras dengan kebutuhan industri. Para peserta tidak hanya menyajikan konsep, tetapi juga menawarkan solusi yang bisa langsung diterapkan.
Selama kompetisi berlangsung, peserta berhasil mengimplementasikan 86 skenario aplikasi atau produk di sektor perumahan dan pembangunan perkotaan-pedesaan. Sejumlah perusahaan bahkan langsung masuk ke kawasan industri untuk mengembangkan proyek lebih lanjut.
Penyelenggara mendorong percepatan adopsi teknologi melalui kompetisi ini. Mereka berhasil menjembatani tahap akhir inovasi—dari ide menuju implementasi nyata di lapangan.
Setelah kompetisi berakhir, pemerintah daerah akan menyusun basis data proyek. Mereka akan menggunakan data ini untuk menguji coba proyek-proyek unggulan di wilayah Guangxi.
Pemerintah Guangxi berencana menggelar forum inovasi dan pertemuan bisnis secara berkala. Mereka ingin mempertemukan pelaku industri, investor, dan inovator dalam satu ekosistem.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan inovasi serta memperkuat pembangunan kota pintar, tidak hanya di Guangxi tetapi juga di kawasan ASEAN.


Komentar