HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Praktik pembuangan sampah terbuka di kawasan wisata Pangalengan, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan serius karena berpotensi merusak sektor pariwisata. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendesak perubahan sistem pengelolaan sampah untuk menjaga citra destinasi unggulan ini.Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, menekankan perlunya pengelolaan sampah yang memadai dan berkelanjutan. Temuan open dumping di lahan perkebunan menunjukkan lemahnya sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata.DLH bersama pihak kecamatan telah melakukan peninjauan untuk menilai dampak dan mencari solusi atas persoalan ini.

Keberadaan tempat pembuangan sampah juga memicu munculnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di jalur utama menuju lokasi wisata.Pencemaran akibat sampah dapat langsung berdampak pada penurunan minat wisatawan. Untuk mengatasi hal ini, DLH sedang melakukan restrukturisasi UPT Kebersihan dan mendorong kolaborasi lintas pihak guna menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di Pangalengan.