HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia seiring dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan pembangunan infrastruktur pendukung. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat meresmikan pembangunan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),. "Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia.

Saya kira demikian yang ingin saya sampaikan.

Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia," ucap Kepala Negara. Presiden Prabowo menekankan bahwa bendungan yang dibangun harus dikelola secara profesional agar benar-benar mendukung produktivitas pertanian.

Presiden juga mengingatkan bahwa petani merupakan produsen pangan yang memegang peran penting bagi keberlangsungan bangsa sehingga distribusi air dari bendungan harus sampai kepada para petani.

"Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani.

Para petani adalah produsen pangan.

Tanpa pangan tidak ada negara," tegas Presiden. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia kini mulai menunjukkan kemajuan di sektor pangan.

Menurut Presiden, kondisi yang sebelumnya bergantung pada impor mulai berubah menjadi negara yang mampu mengekspor pangan serta mendapat kepercayaan dari sejumlah negara untuk memasok kebutuhan pertanian mereka.

"Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor. Ekspor pangan ke negara-negara lain, kita sekarang diminta bantuan.

Negara-negara bahkan Australia minta bantuan. Mohon kita bisa jual urea ke mereka. Brazil, Filipina, India.

Jadi Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus," tuturnya. Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Menurut Presiden, program tersebut harus dijalankan secara konsisten agar anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang memadai sejak dini.

"Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur.