HARIAN NEGERI, Jawa Barat - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencana penataan kawasan Gedung Sate yang bertujuan untuk memperluas ruang publik tanpa mengubah struktur bangunan utama. Pernyataan ini disampaikan untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat mengenai perubahan identitas bangunan ikonik tersebut.
Gedung Sate sebagai bangunan cagar budaya dilindungi oleh undang-undang, sehingga keaslian arsitekturnya tidak akan diubah. Penataan akan difokuskan pada area halaman agar terintegrasi dengan Lapangan Gasibu, memberikan kenyamanan bagi warga di pusat Kota Bandung.
"Kami tidak mengubah struktur Gedung Sate. Penataan ini murni pada area luar untuk menjawab kebutuhan ruang publik yang lebih luas dan tertata," ujar Gubernur Dedi pada Minggu (19/4).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan perawatan berkala, termasuk pengecatan ulang bangunan utama yang sudah lama tidak dilakukan. Proses ini dilakukan dengan hati-hati dan telah mendapatkan izin dari Kementerian Kebudayaan.
Gubernur Dedi mengakui bahwa biaya perawatan bangunan bersejarah memerlukan anggaran yang signifikan, namun hal ini dianggap sebagai komitmen untuk melestarikan warisan sejarah bangsa. "Biaya perawatannya memang tinggi, namun ini adalah bentuk dedikasi kita dalam melestarikan identitas sejarah yang ada di Jawa Barat," tambahnya.
Menariknya, pembiayaan proyek penataan ini tidak akan membebani pos anggaran baru dalam APBD. Gubernur telah melakukan efisiensi dengan memangkas berbagai pos pengeluaran operasional, seperti biaya perjalanan dinas dan pengadaan kendaraan dinas baru.
"Kami menghapus anggaran perjalanan dinas dan pembelian mobil dinas untuk dialihkan sepenuhnya bagi kepentingan masyarakat. Ini adalah pilihan kepemimpinan: memprioritaskan kenyamanan birokrasi atau menghadirkan manfaat nyata bagi publik," tegasnya.
Dengan integrasi kawasan Gedung Sate dan Gasibu, Pemprov Jawa Barat berharap dapat menciptakan ekosistem terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana rekreasi dan edukasi, serta menjadi paru-paru kota yang estetis.


Komentar