HARIAN NEGERI, Jakarta - Program bank sampah di Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berhasil mengurangi volume pembuangan sampah dan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pengelolaan sampah. Program ini menunjukkan dampak positif terhadap lingkungan dan edukasi generasi muda.
Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira, menyatakan bahwa program ini telah berhasil mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Selain itu, program ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam memilah sampah.
Yudi menjelaskan bahwa dalam sehari, satu sekolah dapat menyumbangkan sekitar 13 kilogram sampah terpilah. Dari 12 sekolah di Pejaten Barat, lima sekolah negeri telah bergabung dalam program ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pihak sekolah.
Tujuan utama program ini adalah untuk mendidik generasi muda tentang pentingnya pengelolaan sampah, bukan hanya untuk keuntungan finansial. Seluruh kepala sekolah di Pejaten Barat telah disurati untuk menginisiasi pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Sampah yang terkumpul akan dikelola melalui program Bank Sampah Siaga. Sampah bernilai ekonomi akan dihargai sesuai ketentuan, sedangkan sampah organik akan diolah menggunakan maggot. Warga juga diimbau untuk memilah sampah dari rumah, dengan layanan jemput sampah yang disediakan oleh kelurahan.
Kepala SDN Pejaten Barat 11, Tri Widijati, menyambut baik program ini dan berkomitmen menjadikannya bagian dari budaya sekolah. Berbagai langkah konkret telah dilakukan, seperti pemilahan sampah di kantin dan pembuatan kompos.
Tri berharap edukasi pengelolaan sampah dapat diterapkan oleh siswa di rumah dan lingkungan masyarakat. Sekolah juga telah memiliki buku tabungan bank sampah untuk memotivasi siswa dalam menyukseskan program ini.


Komentar