HARIAN NEGERI, Jakarta - Petinju Jepang Tenshin Nasukawa memastikan diri sebagai penantang wajib gelar juara dunia kelas bantam (53,5 kg) versi World Boxing Council setelah menaklukkan Juan Francisco Estrada dalam pertarungan yang digelar di Ryogoku Kokugikan, Jepang.

Dalam keterangan resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Senin, Nasukawa meraih kemenangan knockout (KO) teknis pada ronde kesembilan setelah melancarkan serangkaian pukulan bertubi-tubi yang tak mampu dibalas Estrada secara efektif.

Sejak bel pembuka, Nasukawa tampil agresif dengan mengandalkan kecepatan dan akurasi pukulan. Ia mampu mengontrol jarak dengan sangat baik, memanfaatkan kelincahan untuk menghindari serangan balik, sekaligus menekan pertahanan Estrada secara konsisten.

Dominasi tersebut membuat Estrada kesulitan mengembangkan ritme permainan dan lebih banyak berada dalam posisi bertahan. Nasukawa pun semakin percaya diri dengan variasi serangan, mulai dari kombinasi cepat ke arah kepala hingga pukulan terukur ke tubuh lawan.

Meski tertekan, Estrada sempat memberikan perlawanan sengit, terutama pada ronde keempat. Dengan pengalaman panjang di level elite, ia mencoba membalikkan keadaan melalui pertahanan solid dan beberapa serangan balik berbahaya. Namun, kecepatan tangan dan pergerakan kaki Nasukawa membuat upaya tersebut belum cukup mengubah jalannya laga.

Memasuki ronde keenam, intensitas serangan Nasukawa meningkat. Pukulan ke tubuh mulai memberikan dampak signifikan terhadap stamina Estrada. Tanda-tanda kelelahan terlihat jelas, dengan Estrada semakin sering terpojok dan kesulitan keluar dari tekanan berkelanjutan.

Tekanan terus berlanjut hingga ronde-ronde berikutnya. Nasukawa tidak mengendurkan serangan, justru semakin agresif mencari celah untuk mengakhiri pertarungan. Kombinasi pukulan cepat dan akurat membuat pertahanan Estrada kian terbuka, sementara responsnya melambat akibat kelelahan.

Akhirnya, setelah menerima rangkaian pukulan tanpa balasan berarti, pertarungan dihentikan pada ronde kesembilan demi keselamatan Estrada. Timnya memutuskan untuk tidak melanjutkan laga ke ronde berikutnya.

Kemenangan ini menegaskan posisi Nasukawa sebagai salah satu bintang yang tengah naik daun di divisi bantam. Di bawah naungan Teiken Promotions, ia kini berstatus penantang wajib gelar dunia WBC—sebuah langkah besar dalam karier profesionalnya yang masih relatif singkat.

Transisi Nasukawa dari kickboxing ke tinju profesional dinilai berjalan sangat sukses. Ia mempertahankan rekor tak terkalahkan dengan delapan kemenangan, termasuk tiga KO. Performa konsisten dan peningkatan signifikan di setiap laga menjadikannya ancaman serius bagi juara bertahan di kelas bantam.

Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Estrada. Petinju Meksiko tersebut harus mengubur ambisi kembali merebut gelar juara dunia, sekaligus memperbarui rekornya menjadi 44 kemenangan (28 KO) dan lima kekalahan.