HARIAN NEGERI, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki peran strategis sebagai instrumen penting dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas sejak dini.

Menurut Wihaji, pemerintah terus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau kelompok sasaran prioritas, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau yang dikenal sebagai kelompok 3B.

"Saya diamanahkan oleh Presiden untuk memastikan Makan Bergizi Gratis diterima oleh masyarakat, khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Maka SPPG merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sejak dini," ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa melalui penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas, pemerintah berupaya mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempercepat upaya pencegahan stunting di berbagai daerah.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wihaji ke SPPG Pulonas 02 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Rabu (3/6). Dalam kunjungan itu, ia memastikan pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya berjalan sesuai standar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mendukbangga meninjau langsung proses operasional dapur, mulai dari pengolahan makanan, penerapan standar kebersihan, hingga mekanisme distribusi makanan kepada para penerima manfaat.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG Pulonas 02 saat ini melayani 2.316 porsi Makan Bergizi Gratis setiap hari untuk peserta didik. Selain itu, sebanyak 463 porsi MBG didistribusikan setiap hari kepada kelompok 3B. Operasional dapur tersebut didukung oleh 47 tenaga kerja yang bekerja selama enam hari dalam sepekan.

Distribusi MBG bagi kelompok 3B dilakukan melalui Posyandu Batu Bulan sebagai salah satu titik penyaluran kepada masyarakat.

Wihaji juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program MBG dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"MBG 3B merupakan satu-satunya di dunia. Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga dukungan pemerintah daerah, tenaga pelaksana, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan kerja bersama, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif," katanya.

Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program dalam mendukung pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program pemenuhan gizi dan pembangunan keluarga berjalan efektif hingga tingkat daerah, sekaligus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dan pembangunan generasi masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing.