HARIAN NEGERI, Jakarta — Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Siti Fauziah, meraih Kartini Award 2026 sebagai Pengawal Demokrasi dan Transformasi Kelembagaan Negara. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat kinerja kelembagaan serta pelayanan publik di lingkungan parlemen.

Dalam keterangannya, Fauziah menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama dalam perjalanan kariernya, melainkan konsekuensi dari dedikasi terhadap tugas negara.

“Saya tidak pernah berkarier dengan tujuan untuk mendapatkan penghargaan. Saya hanya menjalankan tugas dan berdedikasi untuk negara. Ternyata ada pihak lain yang mengamati dan memberikan apresiasi, dan itu membuat saya kaget sekaligus bersyukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya selama berkarier adalah memastikan setiap unit kerja yang dipimpinnya berjalan efektif dan berkontribusi terhadap penguatan kelembagaan negara.

Fauziah juga menyoroti capaian sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi tertinggi di Sekretariat Jenderal MPR RI sebagai bagian dari proses panjang yang ia tempuh sejak awal karier.

“Dari nol saya berkarier di MPR hingga akhirnya bisa mencapai posisi ini. Mungkin dewan juri melihat perjalanan tersebut sebagai bentuk konsistensi dan upaya melakukan perbaikan di setiap unit kerja yang saya jalani,” katanya.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi momentum untuk terus mendorong peningkatan kualitas kerja aparatur negara, khususnya dalam mendukung fungsi representasi dan demokrasi.

Lebih lanjut, Fauziah mengajak perempuan Indonesia untuk menjadikan dedikasi dan profesionalisme sebagai prioritas dalam berkarier.

“Saya berharap perempuan-perempuan Indonesia tidak berkarier hanya untuk mengejar posisi atau penghargaan. Berkarirlah dan berdedikasilah sebaik mungkin, karena pada akhirnya akan ada pihak yang menilai dan memberikan apresiasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia, Tundra Meliala, menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor strategis, termasuk dalam ekosistem media dan transformasi digital.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas peran perempuan Indonesia yang terus berkontribusi di berbagai sektor strategis,” katanya.

Ia menambahkan, ajang Kartini Award menjadi sarana untuk mendorong partisipasi perempuan dalam kepemimpinan dan kebijakan publik, sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam pembangunan nasional.

Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah tokoh perempuan yang dinilai berperan dalam bidang pemerintahan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat di tengah dinamika era digital.