HARIAN NEGERI - Jakarta, Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI, Muhammad Senanatha, menegaskan bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi umat Islam dalam menjaga persatuan nasional dan merawat konsensus kebangsaan yang menjadi fondasi berdirinya Republik Indonesia.
Menurut Senanatha, para tokoh Islam telah menunjukkan sikap kenegarawanan yang luar biasa sejak masa awal kemerdekaan. Demi menjaga persatuan bangsa yang majemuk, para ulama dan tokoh pergerakan Islam menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan golongan, sehingga Indonesia dapat berdiri sebagai negara yang merdeka dan bersatu.
"Umat Islam bukan hanya berjuang untuk merebut kemerdekaan, tetapi juga berperan besar dalam menjaga keutuhan bangsa dan merawat konsensus kebangsaan yang menjadi dasar kehidupan bernegara," ujar Senanatha.
Ia menjelaskan bahwa Pancasila merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa yang lahir dari semangat persatuan dan musyawarah. Dalam proses tersebut, tokoh-tokoh Islam memberikan teladan tentang pentingnya mengedepankan persaudaraan kebangsaan demi terwujudnya Indonesia yang damai dan berdaulat.
Lebih lanjut, Senanatha menilai bahwa nilai-nilai Islam sejatinya sejalan dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, upaya mempertentangkan Islam dengan Pancasila merupakan pandangan yang tidak memiliki dasar historis maupun ideologis.
"Islam dan Pancasila bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru menjadi kekuatan yang memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara. Para ulama dan tokoh Islam telah memberikan contoh bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan komitmen kebangsaan," tegasnya.
Di tengah berbagai tantangan kebangsaan saat ini, Senanatha mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan dan toleransi. Menurutnya, polarisasi sosial, penyebaran informasi yang menyesatkan, serta menguatnya sikap saling curiga antarkelompok dapat menjadi ancaman bagi persatuan nasional apabila tidak disikapi dengan bijaksana.
Sebagai organisasi yang lahir dari tradisi perjuangan Sarekat Islam, PB SEMMI berkomitmen untuk terus menguatkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keindonesiaan di kalangan generasi muda. Kader-kader SEMMI diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan serta menghadirkan gagasan yang konstruktif bagi kemajuan bangsa.
"Menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa dan generasi muda. Kita harus melanjutkan warisan para pendiri bangsa dengan memperkuat persatuan, merawat kebhinekaan, dan mengisi kemerdekaan melalui karya nyata," tutup Senanatha.


Komentar