HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa implementasi Biodiesel B50 telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memimpin upaya pengurangan emisi karbon dengan capaian penurunan emisi sebesar 44 juta ton karbondioksida (CO₂) ekuivalen. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada. “Hari ini sangat bersejarah, kita dibicarakan di dunia.
Satu, kita dibicarakan kenapa? Kita leading dalam mengurangi emisi karbon, kita leading. Mereka tahu kita punya program B50.
Emisi kita hemat berapa? 44 juta ton karbondioksida ekuivalen, 44 juta kita kurangi,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam mendorong transisi energi melalui implementasi Biodiesel B50 telah membawa Indonesia makin diperhitungkan di tingkat global.
“Hari ini saya sengaja saya hadir, ini adalah hari penuh kebanggaan, akan dikenang dan sekarang pun sudah membuat dunia buka mata. Saya kaget sendiri, tokoh-tokoh dunia membicarakan Indonesia. Indonesia kok berhasil?
Indonesia kok tidak panik? Indonesia kok tidak naikin harga BBM untuk rakyat kecil?” ucap Presiden.
Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih menghargai berbagai prestasi yang telah dicapai sebagai modal penting dalam memperkuat kepercayaan diri dan daya saing Indonesia di tingkat global.
“Mungkin ini adalah kita terlalu lama dijajah oleh Belanda, oleh asing.
Sehingga yang timbul adalah rasa rendah diri, bukan rasa rendah hati. Minderwertigkeitskomplex.
Inferiority complex. Kita koreksi,” tutur Presiden.


Komentar