HARIAN NEGERI, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat menangani penumpukan sampah di sejumlah titik dalam kota yang terjadi usai libur Lebaran, serta sebagai dampak dari insiden longsor di TPST Bantargebang.

Langkah percepatan ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan warga tetap terjaga, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, kondisi tersebut memang berdampak pada penyesuaian operasional pengangkutan sampah menuju TPST Bantargebang. Salah satunya melalui pengaturan waktu pengangkutan (shifting) untuk mencegah antrean truk dan kepadatan di area maupun akses menuju lokasi.

Ia menyampaikan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tidak melakukan pembatasan kuota pengiriman sampah, melainkan mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan sif pengangkutan truk sampah yang lebih terukur.

Asep menjelaskan, dengan pola tersebut, pihaknya memastikan waktu tunggu (dwelling time) truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam. Selain menjaga efisiensi operasional, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan penanganan intensif di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami penumpukan seiring dengan percepatan pengangkutan. Di TPS Kali Anyar, proses pengosongan telah rampung dan kondisi lokasi kini sudah bersih dan steril.

Penanganan juga tengah berlangsung di TPS Kencana yang berada di bawah ruas Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok). Setelah proses pengosongan selesai, lokasi ini akan ditutup permanen dengan pemasangan pagar besi serta penguatan pengawasan melalui posko bersama yang melibatkan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, dan unsur kepolisian.