HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peluncuran Biodiesel B50 tidak hanya menjadi tonggak penting bagi kemandirian energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Indonesia melalui penghematan devisa hingga Rp170 triliun. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan pada Peluncuran Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada. “Jadi hari ini, saya ucapkan terima kasih atas semua unsur yang telah bekerja keras.
Bayangkan kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar 170 triliun. 10 miliar dolar kita hemat,” ujar Presiden. Selain penghematan devisa dari sektor energi, Presiden juga mengungkapkan adanya potensi besar dari sektor sumber daya alam.
Kepala Negara menyampaikan bahwa tim ekspedisi ilmiah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah perguruan tinggi, serta didukung TNI baru saja menemukan cadangan emas dan berbagai mineral dalam jumlah yang sangat besar di Pegunungan Papua. Presiden pun menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Menurutnya, berbagai capaian tersebut harus diiringi dengan komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga negara melalui pemberantasan korupsi, penyelundupan, narkotika, maupun perjudian daring yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.
“Masa depan kita sangat baik, sangat cerah.
Tinggal kita sekarang merintis terus, meneruskan apa yang sudah dirintis pendahulu kita. Menjaga bangsa kita, menjaga republik kita.
Kita harus hentikan korupsi, harus kita hentikan penyelundupan.
Harus kita hentikan narkotika, harus kita hentikan judol,” tegas Presiden. Presiden Prabowo turut menyoroti meningkatnya kesejahteraan petani di berbagai daerah sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan nasional.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, daya beli petani mengalami peningkatan, tercermin dari bertambahnya pembelian kendaraan hingga meningkatnya jumlah petani yang mampu menunaikan ibadah umrah.
“Ini tujuan pembangunan kita. Rakyat kita harus makmur dan kita tidak boleh rendah diri.
Kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus nikmati kekayaan itu,” ujar Presiden.


Komentar