HARIAN NEGERI - Jakarta, Sekretaris Umum PW SEMMI Jakarta Raya, Fahmi Reniwuryaan, menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Sufmi Dasco Ahmad atas langkah progresif dan berjiwa negarawan dalam mempertemukan Suster Natalia dengan Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) terkait dugaan kasus penggelapan dana.
Menurut Fahmi, di tengah merosotnya kepercayaan publik terhadap penyelesaian kasus-kasus yang melibatkan institusi besar, kehadiran Prof. Dasco justru menjadi titik terang—menghadirkan negara secara nyata di tengah keresahan rakyat.
“Apa yang dilakukan Prof. Sufmi Dasco bukan sekadar mediasi, melainkan manifestasi kepemimpinan sejati. Beliau hadir bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai jembatan keadilan. Ini adalah wajah kepemimpinan yang dirindukan rakyat—tegas, responsif, dan mempersatukan,” tegas Fahmi Reniwuryaan.
PW SEMMI Jakarta Raya menilai, langkah mempertemukan korban dengan pucuk pimpinan Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan terobosan berani yang tidak hanya meredam konflik, tetapi juga membuka ruang penyelesaian yang lebih cepat, transparan, dan bermartabat.
Lebih dari itu, Fahmi menyebut Prof. Dasco sebagai figur strategis dalam menjaga harmoni antara kekuatan negara dan kepentingan rakyat, khususnya dalam situasi sensitif yang berpotensi memicu ketidakpercayaan publik.
“Prof. Dasco telah menunjukkan bahwa kekuasaan seharusnya digunakan untuk menyatukan, bukan menjauhkan. Beliau adalah simbol pemersatu bangsa yang bekerja dalam diam namun berdampak besar,” lanjutnya.
PW SEMMI juga mendorong Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal dalam menuntaskan persoalan secara tuntas, terbuka, dan berkeadilan, serta memastikan perlindungan penuh terhadap pihak yang dirugikan.
“Sebagai organisasi kepemudaan, PW SEMMI menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses ini hingga tuntas, serta mendukung setiap langkah Pemerintah Kabinnet Merah Putih yang selalu berpihak pada keadilan dan kepentingan rakyat,” tutupnya.


Komentar