HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Virus Hanta Tak Menular Antar-Manusia, Vaksinnya Dipatenkan Sejak 2022'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun TikTok “anfauhumlinnas05l” pada Jum’at mengunggah video [arsip] yang menunjukkan cuplikan wawancara mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dengan Arie Untung yang isinya menyebutkan virus hanta tidak menular antarmanusia dan vaksinnya telah dipatenkan sejak 2022. Tim Pemeriksa Fakta
Hasilnya menunjukkan bahwa video yang beredar merupakan cuplikan dari siniar Cerita Untungs yang tayang di kanal YouTube Arie Untung pada . Merujuk hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo yang mewawancarai epidemiolog serta menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan sumber kredibel lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa virus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.
Selain itu, paten yang diajukan pada 2022 bukanlah paten vaksin virus hanta, melainkan protein antigen yang berpotensi digunakan untuk pengembangan vaksin. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa virus Andes pernah menyebabkan wabah di Argentina dan dapat menular antarmanusia. Temuan tersebut juga sejalan dengan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), serta Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).
Meski demikian, ECDC menjelaskan bahwa penularan antarmanusia pada virus Andes tergolong jarang dan biasanya terjadi melalui kontak yang erat atau berkepanjangan dengan penderita. Klaim bahwa vaksin virus hanta telah dipatenkan sejak 2022 juga tidak tepat. Pengajuan yang dilakukan ilmuwan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sebenarnya berkaitan dengan protein antigen dari varian Seoul yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan vaksin.
Antigen merupakan bagian dari virus yang dapat memicu tubuh membentuk antibodi untuk melawan infeksi. Salah Sumber: [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar