HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja Antam'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun TikTok “infoterupdate2026” pada membagikan video [arsip] dengan narasi:“🚨 LOWONGAN KERJA PT ANTAM TBK 2026 🚨Kesempatan emas bergabung bersama PT ANTAM Tbk, salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang nikel, emas, perak, bauksit, dan pengolahan mineral. ANTAM merupakan bagian dari holding industri pertambangan MIND ID dan memiliki operasi di berbagai wilayah Indonesia.Posisi yang Berpotensi Dibuka: Fresh Graduate Program (FGP), Staff Administrasi, Mining Engineer, Geologist, Mechanical Engineer, Electrical Engineer, Operator Produksi, Health, Safety & Environment (HSE), Human Resources (HR), Finance & Accounting Staff, Information Technology (IT), Procurement & Logistic StaffKualifikasi Umum: Pendidikan SMA/SMK, D3, S1 sesuai posis, Usia minimal 18 tahun, Sehat jasmani dan rohani, Mampu bekerja individu maupun tim, Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah operasional perusahaan, Memiliki motivasi kerja tinggi dan disiplinFasilitas & Benefit: Gaji kompetitif, BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan, Program pelatihan dan pengembangan karier, Uang makan & tunjangan kerja, Fasilitas mess (sesuai lokasi kerja), Bonus dan insentif perusahaanPenting: Rekrutmen resmi PT ANTAM tidak memungut biaya apa pun.
Waspadai segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.“Per konten tersebut telah mendapat 665 tanda suka, menuai 10 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 846 kali oleh pengguna TikTok lainnya. Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar