HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Bansos, Langsung Cair Rp5,4 Juta'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Bantuan Masyarakat” pada Jum’at mengunggah informasi [arsip] mengenai tautan pendaftaran dana bantuan sosial senilai Rp5,4 juta unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut: Pemerintah lewat Presiden Prabowo menyiapkan Bantuan Sosial sebesar Rp5.400.000. Bantuan ini khusus untuk warga yang namanya sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS. Kalau nama nya kamu terdaftar dan lolos verifikasi, dana bansos 5,4 juta akan dicairkan langsung ke rekening bank atau lewat kantor pos.
Buruan daftar sekarang nama anda dan dapatkan bantuan nya Tim Pemeriksa Fakta
Pola ini merupakan salah satu ciri upaya phishing atau pencurian data. Penelusuran melalui Google Search menemukan imbauan Kementerian Sosial (Kemensos) agar masyarakat waspada terhadap tautan yang mengatasnamakan bantuan sosial. Kemensos menegaskan bahwa mereka tidak menyediakan tautan khusus untuk pendaftaran maupun pencairan bansos.
Penyaluran bantuan dilakukan kepada masyarakat yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dilansir dari Detik.com, pembahasan mengenai bansos tunai Rp5,4 juta muncul setelah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan perkembangan program Government Technology (GovTech) pada . Pemerintah tengah mengkaji penyaluran bantuan dalam bentuk uang tunai, sementara angka Rp5,4 juta merupakan rata-rata bantuan yang diterima penerima manfaat dari berbagai program bansos.
Sementara itu,
Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar