HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Video "Prabowo Ajak Masyarakat Dukung Trump"'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Galeri Masa Lalu” pada membagikan video [arsip] dengan narasi: “SAYA PRABOWO SUBIANTO INGIN MENGAJAK KALIAN UNTUK MENDOAKAN DONALD TRUMP SEMOGA CEPAT SEMBUH SAYA HARAP KALIAN SELALU BERPIHAK KE AMERIKA AGAR INDONESIA AMAN DARI TERORIS BRUTAL | SAYA TIDAK MAU MATI SAYA TAKUT SIKSA KUBUR” “seberapa banyak kristen dan Islam ingin mendoakan kakek tua ini” Per konten tersebut telah mendapat lebih dari 906 tanda suka, menuai 1.000-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 73 kali oleh pengguna Facebook lainnya. Tim Pemeriksa Fakta

Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,3 persen.

Berita ini melaporkan bahwa Presiden Prabowo menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Berita voi.id “Prabowo Ajak Rakyat Perkuat Persatuan di Tengah Ketidakpastian Global”, tayang . Berita ini melaporkan bahwa Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia memperkuat persatuan dan kerukunan untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Prabowo ajak masyarakat dukung Donald Trump”. Salah Sumber: [tangkapan layar] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli