HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Pendaftaran Bansos Kemensos Lewat Facebook'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “Fikri Bansos” pada membagikan video [arsip] dengan narasi: “ASSALAMUALAIKUM BAPAK/IBU. PERKENALKAN,SAYA FIKRI,PETUGAS RESMI BANTUAN SOSIAL PEMERINTAH.

SAYA INGIN MENYAMPAIKAN INFORMASI BAHWA BAGI BAPAK,IBU YANG BELUM MENERIMA BANTUAN SOSIAL.SILAKAN BALAS “HADIR”. NANTINYA, SAYA AKAN MEMBANTU PENGIRIMAN KARTU KKS AGAR DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PENCAIRAN BANTUAN. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT MENGENAI PROGRAM BANSOS.

SILAKAN IKUTI HALAMAN INI DAN BAGIKAN POSTINGAN.” “KABAR BAIK CALON PENERIMA KKS BARU TAHAP 2 setelah mengusulkan dan bilang (hadirr) akhirnya dapat undangan KKS BARU susulan..” Per konten tersebut telah mendapat lebih dari 15.000-an tanda suka, menuai 27.100-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 1.300-an kali oleh pengguna Facebook lainnya. Tim Pemeriksa Fakta

Mendaftarkan diri ke desa/kelurahan setempat dengan membawa KTP dan KK. Mendaftarkan secara aktif melalui Aplikasi Cek Bansos milik Kementerian Sosial pada menu “Daftar Usulan”. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “pendaftaran bansos Kemensos 2026 lewat Facebook”.

Salah Sumber: [tangkapan layar] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks.

Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli