HARIAN NEGERI - Sebuah video yang beredar di media sosial, khususnya TikTok, menunjukkan aksi konvoi massa dengan narasi yang mengklaim bahwa aksi tersebut bertujuan untuk membubarkan MBG. Konten tersebut telah menarik perhatian publik dengan lebih dari 100.000 tanda suka dan dibagikan lebih dari 12.000 kali, namun klaim tersebut ternyata tidak benar dan menyesatkan.

Hasil Cek Fakta

Video yang dimaksud diunggah oleh akun TikTok "arkan.putra04" pada . Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Tim Cek Fakta Harian Negeri, terungkap bahwa video tersebut sebenarnya merupakan dokumentasi aksi demonstrasi oleh pengemudi ojek online di Jember, yang berlangsung pada Mei 2025. Aksi tersebut berfokus pada tuntutan penyesuaian tarif ojek online yang dianggap merugikan para pengemudi. Pencarian gambar terbalik menggunakan Google Lens mengarah pada video serupa yang diunggah di kanal YouTube "kompastv jember". Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa demonstrasi yang terjadi adalah terkait isu tarif ojek online, bukan aksi untuk membubarkan MBG. Hal ini menunjukkan bahwa konteks asli video telah disalahartikan dan disajikan dengan cara yang menyesatkan. Lebih lanjut, isu terkait MBG memang menjadi perhatian di berbagai daerah, di mana banyak pihak meminta evaluasi terhadap program pemerintah. Namun, klaim bahwa video tersebut berkaitan langsung dengan aksi untuk membubarkan MBG adalah keliru. Sebagai informasi, sebanyak 62 satuan pelayanan pemenuhan gizi yang bermasalah telah dihentikan sementara untuk evaluasi, tetapi tidak ada hubungan langsung dengan video yang beredar.

Kesimpulan

Klaim yang menyatakan bahwa video tersebut adalah aksi untuk membubarkan MBG adalah hoaks. Penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi dan memverifikasi sumbernya sebelum menyebarkan. Literasi media sangat diperlukan agar publik tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli