HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Salah, Kepala BGN Nanik S Deyang Tuduh Dadan Musuh Dalam Selimut'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Nexs Times” (arsip) pada . Dalam unggahan bagian atas menampilkan gambar Nanik Sudaryati Deyang mengenakan batik coklat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, dan bagian bawah menampilkan gambar Dadan Hindayana. #gpt-inline3-passback{text-align:center;} “Kepala BGN baru “Tuding Dadan sebagai musuh dalam selimut yg tidak patuh terhadap perintah presiden.” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

#gpt-inline4-passback{text-align:center;} Keterangan tertulis dalam unggahan menyatakan bahwa Nanik menyindir kinerja Dadan yang tidak patuh terhadap presiden. “Nanik selaku kepala BGN baru pengganti kepala BGN lama menyindir kinerja Dadan hidayan tidak patuh terhadap perintah presiden. Nanik juga menegaskan "Bagi hasil dari proyek MBG itu harus jelas dan transparan presiden pun berhak menerima keuntungan 40%Dari aliran dana yang berlaku.

Jadi bagi aparat yang tidak patuh maka siap untuk di lengserkan,” begitu keterangan dituliskan dalam unggahan. Sampai artikel ini ditulis pada , unggahan tersebut telah mendapatkan 721 likes, 830 komentar, dan 75 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi kekecewaan masyarakat dan kritik negatif terhadap pemerintah.

“Dadan ibarat maling, tapi ada rampok wanita yg dipersiapkan karena ini orang lebih jenius dari Dadang.” Begitu salah satu komentar dituliskan.

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli