HARIAN NEGERI - Kabupaten Tangerang, Erry Indriani. S. Psi, M.Psi, Psikolog, C.PHt., Owner Erawijaya Consultant N sekaligus sebagai dosen di Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, menjelaskan dalam Seminar Nasional Pelajar Islam Indonesia di GOR Kitri Bhakti, pada Jum'at (12/6/2026).

Menurutnya, hari ini kita menghadapi tantangan besar seperti disrupsi digital dan fenomena kerapuhan mental di kalangan generasi muda.

"​Kita tidak bisa mencerdaskan kehidupan bangsa jika pelajarnya pintar secara kognitif tetapi rapuh secara psikologis," ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa oleh karena itu, investasi terbesar kita saat ini bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan membangun Kecerdasan secara utuh yaitu menyelaraskan kecerdasan intelektual (IQ), kematangan emosional (EQ), dan kekuatan spiritual (SQ).

Dirinya mengatakan bahwa organisasi seperti PII memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah kesehatan mental dan pembentukan karakter kelompok sebaya (peer group). 

"Di dalam organisasi, para pelajar belajar berinteraksi, menyelesaikan konflik, dan mengasah empati.

​Secara psikologis, lingkungan organisasi yang positif mampu menumbuhkan apa yang kita sebut Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh," ungkapnya. 

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa PII bisa menjadi motor penggerak untuk melatih daya tahan psikologis (resiliensi) pelajar, sehingga mereka tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan hidup maupun tantangan zaman.

"Pesan saya untuk seluruh kader dan pelajar mulailah dari hal2  kecil yang konsisten, kalian tidak perlu menunggu menjadi tokoh besar untuk mulai mencerdaskan bangsa," tegasnya.

Erry juga mengucapkan bahwa PII harus ​Mulai dengan bijak menyaring informasi di media sosial, menjaga kesehatan mental diri sendiri dan teman terdekat, serta jadilah teladan karakter yang baik. 

"Bangsa yang cerdas dan kuat dimulai dari individu-individu pelajar yang merawat kesehatan jiwanya dan menuntut ilmu demi kemaslahatan ummat," tutupnya.