HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Salah, Dadan Hindayana Sebut Jokowi Terima Suap MBG Rp 2 Triliun'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Dalam unggahan video berdurasi 39 detik tersebut, Dadan menampilkan cuplikan pelantikan Dadan sebagai Kepala BGN lalu bersalaman dengan Jokowi. Klip itu juga menyambungkan beberapa audio dengan suara pidato Prabowo terkait inisiasi program MBG serta suara Ustaz Das’ad Latif yang pernah viral mengkritik sapi MBG. “Selanjutnya saudara Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional.

Siapa yang membentuk badan gizi nasional siapa yang tanda tangan sebelum oktober 20 yang bentuk adalah Pak Joko Widodo. Katanya 19 ribu seekor sapi tiap hari tapi kita tidak pernah lihat sapi yang MBG setan.” Begitu narasi diucapkan dalam unggahan. #gpt-inline3-passback{text-align:center;} Pengunggah juga menuliskan keterangan dalam unggahan: "Dadan Hindayana sebut nama Joko Widodo menerima uang suap MBG sebesar 2 triliun, saya punya cek nota transfernya ujar Dadan #jokowi #dadanhindayana #mbg.” #gpt-inline4-passback{text-align:center;} Sampai artikel ini ditulis pada , unggahan tersebut telah mendapatkan 2 likes dan 5810 kali ditayangkan.

Lantas, benarkah Dadan menyebut Jokowi menerima uang suap MBG sebesar Rp2 triliun? Periksa Fakta Jokowi Terima Uang Suap MBG. FOTO/Hotline Periksa Fakta

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli