OLEH: ALI MANSUR MONESA [KETUA TIM SAHABAT SENA]
Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia adalah organisasi yang memiliki sejarah panjang, harus dengan kembalinya SEMMI saat ini menjadi PR untuk setiap kader se-Nusantara menuju momentum Kongres SEMMI di provinsi Banten kota Tangerang nanti, dimana menjadi tanggun jawab bersama untuk merumuskan arah organisasi dan memilih pemimpin sesuai kualitas dalam menjaga dan membangun organisasi yang sama sama kita cinta.
Kongres sendiri sebagai kudeta kepemimpinan secara konstitusional sesuai AD/ART organisasi bukan pesta perebutan jabatan. Setiap kader SEMMI Se-Nusantara terkhususnya secara sturktural, inilah momentum untuk menetukan nafas perjuangan serta masa depan organisasi untuk peradaban yang akan datang di ibaratkan seperti, seperti perkebunan, Semmi harus jadi lumbung kesejahteraan kolektif.
Jangan hanya indah di kertas, tapi rawan jebakan kalau nggak dikritisi : saatnya memilih pemimpin yang demokratis dan liberte egalite fraternite.
Romantisasi vs Realita
Lumbung kolektif atau gotong royong spirit ini yang harus di gemgam setiap pemimpin sebagai organisasi sayap syarekat Islam. Menjujung tinggi tiga elemen dalam trahtat Islam &sosialisme (Haji oemar said hos Tjokroaminoto). Jangan jadikan SEMMI sebagai “lumbung” atau gudang penderitaan Kolektif tanpa bargaining power serta setiap kader hanya di jadikan bahan eksploitasi.
Kolektif - spirit kebebasan kesetaraan persaudaraan yang harus selalu tumbuh dalam tubuh organisasi meratakan kesejahteraan kolektif bisa jadi "sama-sama miskin" kalau produktivitasnya rendah. Lumbung harusnya bukan cuma numpuk hasil. Tapi harus berdampak untuk suatau organisasi.
Risiko Tragedi Komunal
Konsep kolektif rawan free-rider. Ada yang kerja keras, ada yang nebeng nama "gotong royong". Tanpa sistem merit dan transparansi yang objektif, semangat "SEMMI " malah bikin yang rajin kapok. Teknologi sahabat harus masuk di sini: pencatatan digital, bagi hasil jelas, bukan sekedar kumpul momentum ketika keperluan individu yang mengatasnamakan organisasi.
Kesimpulan
Semmi bisa jadi lumbung kesejahteraan kolektif, hanya bisa tercapai jika mememnuhi riga syarat utama: Bermoral,Objektif, Transformatif.
Bermoral: anti tengkulak dan transparan mengambil keputusan secara kolektif sesuai nila nila organisi (indenpendesi )
Objektif: keutamaan diskusi penjelasan kasus berdasarkan data yang menhasilkan keputusan organisasi itu akan menambah nilai produktivitas.
Transformatif: masifkan ide melalui kaderisasi, berikana kontribusi sesuai kualitas dan cara main organisasi bukan cuma jual bahan mentah maupun pesanan.
Setiap anggota secara struktural maupun anggota biasa bukan alat bntu organisasi tapi mereka adalah jiwa jiwa produktifc generasi mudah bangsa indonesia, wargga syarekat Islam yang akan melangjutkan peradaban di masa akan datang.
TAUHID ILMU SIASAH


Komentar