HARIAN NEGERI - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan perawatan puluhan siswa korban dugaan keracunan makanan di Pondok Kelapa telah berjalan baik. Para siswa dari empat sekolah telah menjalani perawatan di tiga rumah sakit akibat gejala demam, mual, muntah, dan diare.

Pramono menegaskan koordinasi cepat dengan berbagai instansi untuk penanganan korban. BPJS Kesehatan menanggung biaya perawatan bagi korban terdaftar, sedangkan BGN menanggung bagi yang tidak memiliki BPJS.

Insiden diduga disebabkan oleh menu spageti dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Pondok Kelapa 2. Pramono meminta masyarakat menunggu hasil laboratorium resmi untuk konfirmasi lebih lanjut.

Kondisi kesehatan korban dikabarkan membaik setelah perawatan di rumah sakit. Pramono menekankan regulasi program MBG berada di bawah Pemerintah Pusat, namun Pemprov DKI tetap memberikan dukungan penuh.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebut insiden berasal dari satu SPPG pada Kamis lalu, namun korban baru mendapatkan perawatan pada Jumat.