HARIAN NEGERI, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan proyek pengerukan kali Kanal Banjir Barat (KBB) di Kebon Melati, Jakarta Pusat, untuk mempercepat aliran air dan mengurangi risiko banjir.

Pengerukan sepanjang 3,8 kilometer dengan target volume lumpur 178.000 meter kubik, direncanakan berlangsung selama satu tahun.

Pramono memastikan proyek ini menjadi prioritas dengan instruksi agar proyek berjalan tepat waktu.

Normalisasi sungai lainnya seperti Kali Krukut, Ciliwung, dan Kali Cakung Lama juga dilakukan seiring pembebasan lahan.

Pemprov DKI Jakarta akan memanfaatkan periode curah hujan rendah akibat El Nino dari April hingga September untuk percepatan normalisasi sungai.

Sampah dan sedimen hasil pengerukan akan dibuang ke area penampungan di Jakarta Utara untuk mengurangi potensi genangan dan banjir.

Kanal Banjir Barat berperan penting dalam pengendalian banjir di Jakarta dengan mengalihkan debit air dari Ciliwung hingga Muara Angke, serta mengurangi genangan di pusat kota dan permukiman.