TANGERANG, HARIAN NEGERI – Polda Banten melanjutkan penilaian Lomba Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di sejumlah wilayah hukum Polresta Tangerang pada Senin (25/05/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan pemenuhan gizi yang profesional, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sejumlah lokasi yang menjadi objek penilaian di antaranya SPPG Raksa 15 Polresta Tangerang, SPPG Raksa 13 Polresta Tangerang, SPPG Raksa 5 Polresta Tangerang, SPPG Raksa 8, SPPG Dukuh Polresta Tangerang, serta SPPG Cikupa Almas.
Tim penilaian SPPG Polda Banten dipimpin oleh AKBP Maya Henny Hitijahubessy bersama jajaran tim penilai yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelayanan. Penilaian meliputi inovasi menu Makan Bergizi Berganda (MBG), tata kelola SPPG, ekosistem rantai pasok bahan baku, standar produksi dari sisi kualitas maupun kuantitas, perhatian terhadap wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal), hingga inovasi unggulan yang dikembangkan oleh jajaran Polda maupun Polsek.
Irwasda Polda Banten Kombes Pol Iwan Sonjaya mengatakan bahwa lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pemenuhan gizi.
“Melalui Lomba SPPG Polri Tahun 2026 ini, kami ingin mendorong seluruh jajaran untuk menghadirkan layanan gizi yang inovatif, profesional, produktif, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima manfaat. Setiap aspek penilaian dirancang untuk memastikan bahwa SPPG tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Iwan Sonjaya.
Ia menambahkan, keberhasilan SPPG tidak hanya diukur dari kualitas makanan yang disajikan, tetapi juga dari sistem tata kelola, keamanan pangan, serta keberlanjutan rantai pasok yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM lokal.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan efektivitas kerja, tetapi juga menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih nyaman, humanis, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Pelaksanaan penilaian ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, khususnya dalam mendukung program pemenuhan gizi yang berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya penilaian tersebut, Polda Banten optimistis SPPG di wilayah hukumnya dapat terus berkembang menjadi model pelayanan pemenuhan gizi yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Komentar