HARIAN NEGERI, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons cepat keluhan masyarakat terkait baliho promosi film horor 'Aku Harus Mati' yang dianggap sensitif.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan baliho tersebut sudah diturunkan setelah koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Pramono menegaskan pentingnya tidak menggunakan strategi promosi provokatif tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya.

Ia menekankan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan untuk kebaikan masyarakat Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta telah menertibkan baliho tersebut di tiga lokasi berbeda di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.