HARIAN NEGERI, Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Forum Orientasi Penerima Baru Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap II tahun 2025 pada Kamis (23/4) di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Rano menekankan pentingnya akses pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berkualitas. Dalam acara tersebut, ia secara simbolis menyerahkan KJMU kepada 290 mahasiswa baru dari total 1.986 mahasiswa Jakarta yang menerima KJMU di UIN Syarif Hidayatullah.

"Ini mencerminkan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berkualitas. Pendidikan adalah instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial," ujar Rano.

Rano juga menegaskan bahwa meskipun pemerintah pusat memangkas dana bagi hasil (DBH) Pemprov DKI tahun 2026 hingga sekitar Rp 15 triliun, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tetap memprioritaskan anggaran pendidikan. Penerima KJMU juga mengalami peningkatan dari 15 ribu mahasiswa menjadi 16 ribu mahasiswa.

Selain itu, jumlah pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) mencapai lebih dari 700 ribu orang dengan alokasi anggaran antara Rp 3 hingga Rp 4 triliun. Rano menekankan pentingnya sumber daya manusia unggul untuk menghadapi perkembangan zaman.

Rano menjelaskan bahwa pada tahun 2025, tahap pertama penyaluran KJMU mencapai 16.979 mahasiswa, dan pada tahap kedua 16.920 mahasiswa tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bantuan KJMU tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh melalui pembinaan dan pendampingan.

Rano berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menyelesaikan studi tepat waktu, dan berkontribusi kepada masyarakat. Mahasiswa Fakultas Aqidah dan Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah, Muhammad Khadafi Sulaiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan KJMU yang memudahkan fokus belajar tanpa khawatir biaya pendidikan.