HARIAN NEGERI - Momentum Tahun Baru Islam dimaknai berbeda oleh Rizky Ananda Musa. Bagi pemilik PT Skinsol Kosmetik Industri tersebut, hijrah tidak hanya berkaitan dengan perubahan spiritual, tetapi juga dapat diwujudkan melalui cara seseorang menjalankan usaha dan memberikan manfaat bagi sesama.RADARBANDUNG.id – Momentum Tahun Baru Islam dimaknai berbeda oleh Rizky Ananda Musa. Bagi pemilik PT Skinsol Kosmetik Industri tersebut, hijrah tidak hanya berkaitan dengan perubahan spiritual, tetapi juga dapat diwujudkan melalui cara seseorang menjalankan usaha dan memberikan manfaat bagi sesama.Pandangan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Talkshow dan Kajian Muharram bertajuk “Muharram: Momentum Hijrah Menjadi Insan Rahmatan lil ‘Alamin melalui Ilmu, Ukhuwah, dan Muamalah” yang diselenggarakan Majelis Ta’lim MHABD di Pendopo Kota Bandung, lalu.Dalam sesi bertema “Hijrah dalam Dunia Usaha: Menjadi Muslim Produktif yang Menebar Manfaat”, Rizky berbagi pengalaman membangun bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia menyoroti pentingnya integritas, keberanian untuk terus berkembang, serta peran pengusaha dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.Menurut Rizky, dunia usaha dapat menjadi sarana ibadah sekaligus jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas apabila dijalankan dengan prinsip yang benar.“Awalnya kita membangun bisnis untuk mencari keuntungan. Namun seiring perjalanan, saya menyadari bahwa usaha juga harus menjadi ladang ibadah. Bisnis yang baik bukan hanya menghasilkan profit, tetapi juga memberikan ketenangan, keberkahan, dan manfaat bagi banyak orang,” ujar Rizky.Ia menilai makna hijrah dalam konteks kewirausahaan adalah keberanian untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas usaha, dan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.Rizky juga mengajak para peserta, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu memulai usaha.
Menurut dia, banyak peluang yang bisa diraih selama seseorang memiliki niat baik, kemauan belajar, dan keberanian menghadapi tantangan.“Jangan kelamaan mikir.
Bismillah saja, luruskan niat bahwa bisnis adalah bagian dari ikhtiar dan ibadah. Jangan takut gagal karena gagal adalah proses belajar.
Mulai dulu, maksimalkan ikhtiar, lalu bertawakal kepada Allah,” katanya.Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, antara lain perwakilan Pemerintah Kota Bandung, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Dr.
Buky Wibawa Karya Guna, M.Si., Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Jawa Barat Prof. Dr.
Dian Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., serta musisi dan budayawan nasional Dr. (H.C.) Sam Bimbo.Sementara itu, kajian utama disampaikan oleh Ustadz Fatih Karim yang mengangkat tema tentang pentingnya memperkuat ilmu, mempererat ukhuwah, dan memuliakan muamalah sebagai bagian dari semangat hijrah.Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diajak menjadikan Muharram sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas diri, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional.Bagi Rizky, lahirnya lebih banyak pengusaha Muslim yang produktif, inovatif, dan berintegritas akan menjadi modal penting dalam membangun ekonomi umat yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia berharap dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan manfaat bagi masyarakat luas.Komitmen itu pula yang terus ia dorong melalui berbagai kesempatan, termasuk dalam forum edukasi dan inspirasi kewirausahaan.
Menurutnya, semangat hijrah yang diwujudkan dalam tindakan nyata dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi pengusaha yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga membawa keberkahan dan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.


Komentar