HARIAN NEGERI, Jakarta - Kementerian Pariwisata terus memperkuat implementasi Program Gerakan Wisata Bersih (GWB) di berbagai destinasi wisata di Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa Gerakan Wisata Bersih menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

"Kementerian Pariwisata terus memperkuat Gerakan Wisata Bersih sebagai bagian dari implementasi pembangunan kepariwisataan berkelanjutan di destinasi," demikian pernyataan kementerian.

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penyediaan fasilitas pendukung kebersihan, serta peningkatan kesadaran wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menerapkan perilaku wisata yang bertanggung jawab.

Selain itu, penguatan program dilakukan melalui peningkatan tata kelola destinasi dan manajemen pengunjung, edukasi serta kampanye perubahan perilaku, pelatihan pengelolaan sampah bagi sumber daya manusia pariwisata, hingga penerapan prinsip-prinsip Destinasi Pariwisata Berkelanjutan sesuai Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021.

Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa kebersihan destinasi tidak boleh hanya menjadi program jangka pendek, melainkan harus berkembang menjadi budaya bersama yang mampu mendukung pengalaman wisata yang berkualitas, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pemerintah juga menekankan bahwa Gerakan Wisata Bersih bukan merupakan program yang sepenuhnya digerakkan dari pemerintah pusat. Sebaliknya, program ini dirancang sebagai platform nasional yang dapat direplikasi dan diperkuat oleh pemerintah daerah sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing destinasi.

Menurut Kementerian Pariwisata, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor utama keberhasilan program karena pemerintah daerah merupakan pihak yang paling memahami potensi, tantangan, serta kondisi destinasi wisata di wilayahnya.

Lebih lanjut, Gerakan Wisata Bersih kini berjalan selaras dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2026. Dengan demikian, program ini tidak lagi bersifat sektoral, melainkan menjadi bagian dari gerakan nasional lintas kementerian dan lintas sektor.

Kementerian Pariwisata juga menegaskan bahwa kebersihan destinasi wisata kini menjadi isu strategis yang berpengaruh langsung terhadap daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Aspek kebersihan dinilai tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menentukan kenyamanan, kesehatan, kualitas layanan, dan citra destinasi wisata.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan pariwisata berkelanjutan, Kementerian Pariwisata terus mendorong pelaksanaan berbagai program Sustainable Tourism Development (STDev) yang mencakup enam program unggulan, yakni Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI), Sustainable & Responsible Marketing (SRM), serta Sustainable Tourism Management (STM).

Gerakan Wisata Bersih sendiri telah diluncurkan sejak 2025 sebagai kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran, mendorong perubahan perilaku, dan memperkuat aksi nyata dalam pengelolaan sampah di destinasi wisata melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas masyarakat.

Melalui penguatan program tersebut, pemerintah berharap tercipta destinasi wisata yang lebih bersih, nyaman, sehat, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan wisata kelas dunia.